SMP SMA

Lab Fakultas Agama U M J

labfaiumj.org - Premium Blogger Templates

PROGRAM KERJA SMP TAHUN 2013-2014

Published on Selasa, 14 Mei 2013 03.31 //


A. VISI, MISI, STRATEGI DAN TUJUAN SEKOLAH 

1. Visi Sekolah ”

Terwujudnya manusia yang ber-Ahlak Mulia, Cerdas, dan Islami (ACI) Dengan indikator sebagai berikut:
a. Unggul dalam budaya belajar
b. Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik 
c. Unggul dalam lingkungan yang bersih dan sejuk 
d. Unggul dalam kegiatan yang berbasis ke-Islaman 

2. Misi Sekolah

a. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization)
b. Mewujudkan kepemimpinan yang menjadi suri tauladan
c. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten
d. Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir, dan berwawasan ke depan
e. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil
f. Mewujudkan kemampuan olah raga dan seni yang kompetitif
g. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan sejuk
h. Menumbuhkan pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran agama Islam dan budaya bangsa, sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 

3. Strategi Sekolah Untuk mewujudkan misi SMP Berbasis Pesantern FAI UMJ, dirancang strategi sebagai berikut:

a. Penyempurnaan dan pengembangan kelembagaan bidang dan kualitas penyelenggaraan pendidikan
b. Pengembangan keahlian dan keterampilan tenaga edukatif
c. Peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan penerimaan calon siswa baru
d. Penetapan standar kemampuan akademik siswa baru
e. Peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran yang berkualitas

a. Peningkatan disiplin pegawai.
b. Peningkatan kesejahteraan pegawai.
c. Pengembangan karir pegawai 
d. Peningkatan kualitas kerja sama/kemitraan. 
e. Peningkatan koordinasi dengan stakeholders. 
f. Memposisikan alumni, orang tua, dan satakeholders lainnya sebagai mitra promosi. 
g. Peningkatan kualitas piranti lunak. 
h. Peningkatan kualitas menajemen pendidikan. 

4. Tujuan Sekolah SMP Berbasis Pesantren FAI UMJ bertujuan:

a. Menyiapkan peserta didik yang cakap dan trampil, berdaya juang, serta beriman kepada Allah S.W.T. 
b. Menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks)
c. Meletakkan dasar-dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan hidup mandiri, serta dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut 

B. IDENTIFIKASI TANTANGAN YANG DIHADAPI 

1. Mewujudkan keunikan SMP Berbasis Pesantren (integrasi pesantren dan pendidikan umum). Untuk mewujudkan keunikan SMP berbasis pesantren diperlukan konsep yang jelas, kurikulum yang unik, strategi yang tepat, SDM yang handal dan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap dan tepat. 

2. Minat peserta didik Tersedianya berbagai pilihan jenis pendidikan di masyarakat, diperlukan upaya sosialisasi dan promosi yang terencana dan sistematis, untuk menarik minat peserta didik, orangtua dan masyarakat terhadap SMP-BP 

3. Efisiensi, efektivitas, dan relevansi Untuk mencapai pendidikan SMP-BP yang bermutu baik, diperlukan penataan dan pengelolaan yang sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan. Sebagai lembaga sekolah yang baru didirikan, maka diperlukan kesiapan yang matang dari lembaga penyelenggara, sehingga efisiensi dan efektivitas dapat tercapai, dan relevansi dapat dijaga.

4. Penataan dan pengelolaan yang sesuai dengan standar nasional (standar isi/kurikulum, kelulusan, tenaga pendidik dan kependidikan, proses, sarana prasarana pendidikan, pengelolaan KBM, kelembagaan dan manajemen SDM, pembiayaan dan penilaian. Untuk itu, perlu disusun rencana dan tindakan yang sistematis dan sistemik, dari berbagai komponen yang terlibat.

5. Dukungan eksternal (orangtua, masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha dan industri). Dalam mewujudkan SMP-BP FAI yang bermutu tinggi, diperlukan dukungan internal maupun eksternal. Dukungan eksternal orangtua, komite sekolah, masyarakat dan pemerintah melalui keterlibatan aktif, silaturrahim yang periodik, komunikasi harmonis dan dinamis, dapat mendorong pencapaian tujuan sekolah. Belum adanya program sekolah yang eksplisit dan saling menguntungkan terutama dengan pihak dunia usaha/industri, memunculkan sikap keengganan pihak dunia usaha dan industri untuk terlibat memberi dukungan.

Tags:

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!